๐Ÿ“š Pembahasan Fikih Asma'ul Husna #1

Kitab Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al 'Abbad Al Badr ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“” "Tingginya Ilmu Tentang Nama-Nama Allah dan Shift-shifatnya"

๐ŸŽ™Ustadz Rosyid Abu Rosyidah ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“† Jum'at, 04 November 2022

๐Ÿ•ฐ️ 06. 00- 07.30 WIB



Ustadz membuka majelis dengan pujian kepada Allah, shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, muqodimah dan do'a.


Alhamdulillaahil-ladzii bini'matihi tatimmush-shoolihaat, bersyukur kita kepada Allah, atas limpahan nikmat Nya. Allah kumpulkan kita dalam nikmat keimanan, nikmat waktu luang, Allah berikan kita nikmat untuk bermajelis ilmu. Semoga kita terus mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Nikmat ketundukan hati untuk duduk dalam majelis ilmu, semoga duduk nya kita dalam majelis ilmu tercatat dalam bentuk ketaatan dan bentuk syukur kita kepada Allah dan memperberat amal timbangan kita di yaumil Qiyamah.


๐Ÿ“” "Tingginya Ilmu Tentang Nama-Nama Allah dan Shift-shifatnya"


Alhamdulillaahil-ladzii bini'matihi tatimmush-shoolihaat, Seseorang penting untuk mengokohkan perkara aqeedah. Kitab yang akan kita bahas sangat penting bagaimana kita mengenal Allah dan sifat-sifat Nya. Dan duduk nya kita dimajelis ilmu dalam rangka mengamalkan hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam 


ุฅِู†َّ ู„ِู„َّู‡ِ ุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ุงุณْู…ًุง ، ู…ِุงุฆَุฉً ุฅِู„ุง ูˆَุงุญِุฏَุฉً ، ู…َู†ْ ุฃَุญْุตَุงู‡َุง ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ


“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no.2736, Muslim, no.2677 dan Ahmad, no.7493).


Makna menjaganya bukan sekedar hafal tapi mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 


๐Ÿ’ญMisal seseorang yang awal nya tidak diamanatkan sesuatu lalu ia diberikan amanah kemudian ada sifat sombong maka ia sadar Allah Al aziz Maha perkasa dan pemilik segala kemuliaan. Ia pun berdoa dijauhkan dari sifat sombong. 


๐Ÿ’ญAtau semisal juga seseorang yang membenci diri kita, dimusuhi orang lain maka dengan mengetahui asmaul Husna iabberdoa dengan nama indah Allah, Ya Allah Al wadud, Ar rahim. Seseorang yang mengetahui bahwa Allah tidak akan meninggalkan nya. 


๐Ÿ’ญAtau juga ia sedang mengalami ujian sakit. Lalu ia Tau Allah maha pemilik kesembuhan maka ia pun tidak merasa sedih. 


Jika benar pondasi aqidah seseorang maka ia akan mengembalikan semuanya kepada Allah. Allah Maha segalanya dengan nama-nama indah.


Pujian kepada Allah tidak hanya sebatas 99 asmaul Husna, karena nama Allah tidak terbatas. Yang Benar Nama Allah Tidak Terbatas Jumlahnya

Nama-nama Allah yang termasuk asmaaul husna tidaklah terbatas jumlahnya. Yang benar jumlahnya bukan hanya 99 nama saja. Hanya Allah yang mengetahui berapa jumlahnya. Dalil-dalil dan alasan yang menunjukkan hal ini adalah sebagai berikut :


Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :


ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุจِูƒُู„ِّ ุงุณْู…ٍ ู‡ُูˆَ ู„َูƒَ ุณَู…َّูŠْุชَ ุจِู‡ِ ู†َูْุณَูƒَ ุฃَูˆْ ุฃَู†ْุฒَู„ْุชَู‡ُ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِูƒَ ุฃَูˆْ ุนَู„َّู…ْุชَู‡ُ ุฃَุญَุฏًุง ู…ِู†ْ ุฎَู„ْู‚ِูƒَ ุฃَูˆْ ุงุณْุชَุฃْุซَุฑْุชَ ุจِู‡ِ ูِูŠ ุนِู„ْู…ِ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ุนِู†ْุฏَูƒَ


“Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu ” (HR. Ahmad, shahih)


Ini menunjukkan bahwa nama-nama Allah lebih dari sembilan puluh sembilan. Ada di antara nama-nama Allah yang Allah sembunyikan dalam ilmu Allah Ta’ala,  di mana tidak ada yang mengetahui kecuali Dia.


Demikian pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi : 


ุฅู†َّ ู„ِู„َّู‡ِ ุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ุงุณْู…ًุง ู…ِุงุฆَุฉً ุฅِู„َّุง ูˆَุงุญِุฏًุง ู…َู†ْ ุฃَุญْุตَุงู‡َุง ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ


“ Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya pasti masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits di atas tidak menunjukkan pembatasan nama Allah dengan jumlah sembilan puluh sembilan saja. Seandainya maksudnya adalah pembatasan jumlah, ungkapannya adalah sebagai berikut, “Sesungguhnya nama-nama Allah hanya ada sembilan puluh sembilan, barangsiapa yang menghitungnya akan masuk surga”, atau ungkapan yang semisal.


Kemudian beranjak dari Hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau berdoa ketika sujud dengan mengucapkan : 


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุฑِุถَุงูƒَ ู…ِู†ْ ุณَุฎَุทِูƒَ، ูˆَุจِู…ُุนَุงูَุงุชِูƒَ ู…ِู†ْ ุนُู‚ُูˆْุจَุชِูƒَ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْูƒَ، ู„ุงَ ุฃُุญْุตِูŠْ ุซَู†َุงุกً ุนَู„َูŠْูƒَ ุฃَู†ْุชَ ูƒَู…َุง ุฃَุซْู†َูŠْุชَ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِูƒَ.


“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridho-Mu  dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan keselamatan-Mu  dari siksa-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari-Mu.  Aku tidak mampu membatasi jumlah pujian kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan kepada diri-Mu”  (H.R. Muslim).


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan : “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkabarkan behwasanya beliau tidak mampu menghitung pujian bagi Allah. Seandainya beliau mampu menghitung nama-nama Allah niscaya beliau mampu untuk menghitung sifat-sifat Allah seluruhnya, sehingga beliau bisa menghitung seluruh pujian bagi Allah. Karena seluruh sifat-sifat Allah diungkapkan dari nama-nama-Nya”


Pemahaman Asmaul Husna merupakan bahasan yang mulia. Pembahasan fiqih Asmaul Husna termasuk dalam cakupan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 


ู…ู† ูŠุฑุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ุฎูŠุฑุง ูŠูู‚ู‡ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†


“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


๐Ÿ—’️Seseorang yang pondasi aqidah nya tidak kokoh maka ia akan mudah meremehkan suatu perkara ibadah, seperti ia mengatakan "ahh ini kan cuma sunnah". Tidak mengapa beramal dengan ibadah ini ada kok ulama yang mengamalkan ini padahal hadist nya lemah. Maka penting dalam beragama maka kokohkan perkara aqidah.


Jika setiap bangunan memiliki pondasi maka pondasi agama islam adalah beriman kepada Allah dengan asma dan sifat-sifat Nya. Semakin kokoh sebuah pondasi maka ia akan smakin kuat menopang bangunan tersebut sehingga tidak akan runtuh.


๐Ÿ’ญSeseorang yang berkecimpung pada muamalah maka kokohkan lagi aqidah nya, seseorang yang bergelimang dengan bisnis yang besar maka kokohkan lagi aqidahnya. Seseorang yang pondasi agama nya tidak kokoh maka ia akan mudah tergelincir pada perkara syubhat dan dosa.


๐Ÿ’ญSeseorang yang memperbaiki aqidah dan Tauhid nya sesungguhnya ia sedang memperbaiki pondasi ia beragama. 


๐Ÿ—’️Pondasi itu seperti imun bagi tubuh. Jika pondasi kuat maka imun nya pun akan kuat. Jika pondasi nya lemah maka imun nya pun lemah.


↘️Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ”Barangsiapa yang berkeinginan untuk membangun bangunan yang tinggi, maka perkara yang wajib dilakukannya adalah memperkuat dan memperkokoh  pondasi bangunan tersebut disertai dengan pengawasan yang ketat. Karena, tingginya sebuah bangunan itu tergantung pada kekuatan dan kekokohan pondasi bangunan tersebut.


Seseorang yang memiliki pondasi bangunan kuat dan kokoh maka ia akan menopang bangunannya yang menjulang tinggi. Jika salah satu bagian bangunan ini rusak maka memperbaikinya pun mudah untuk dilakukan.  Sebaliknya jika pondasi bangunan tidak kokoh maka bangunan tersebut tidaklah mungkin dapat berdiri  dengan kokoh, tidak ada kekuatan. Dan jika salah satu bagian dari pondasi rusak maka bangunan ini akan mudah runtuh.


Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan perkara ini di dalam Al-Qur’an:


{ ุฃَูَู…َู†ْ ุฃَุณَّุณَ ุจُู†ْูŠَุงู†َู‡ُ ุนَู„َู‰ ุชَู‚ْูˆَู‰ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑِุถْูˆَุงู†ٍ ุฎَูŠْุฑٌ ุฃَู…ْ ู…َู†ْ ุฃَุณَّุณَ ุจُู†ْูŠَุงู†َู‡ُ ุนَู„َู‰ ุดَูَุง ุฌُุฑُูٍ ู‡َุงุฑٍ ูَุงู†ْู‡َุงุฑَ ุจِู‡ِ ูِูŠ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ูŠَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ.}


Artinya: “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar takwa kepada Allah dan ke-ridha-an-(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim. (QS At-Taubah : 109)


Pondasi yang dimaksud ada dua yaitu 

1. Ma'rifah mengenal Allah, perintah Nya, asma-asma, sifat-sifat Nya.

2. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak kepada selainnya.


Mengilmui Tentang Allah, dalilnya sebagaimana firman Allah Ta'ala:


ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุณَุจْุนَ ุณَู…َุงูˆَุงุชٍ ูˆَู…ِู†َ ุงู„ุฃุฑْุถِ ู…ِุซْู„َู‡ُู†َّ ูŠَุชَู†َุฒَّู„ُ ุงู„ุฃู…ْุฑُ ุจَูŠْู†َู‡ُู†َّ ู„ِุชَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠุฑٌ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฏْ ุฃَุญَุงุทَ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนِู„ْู…ًุง

“Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaq: 12).


Dengan mengenal Allah, agar kita lebih mengenal perintah, larangan Allah, mengenal nama dan sifat-sifat Allah dengan mengenal nama dan sifat Allah maka makin kokoh beribadah kepada Allah. 

Inilah pengamalan dari Tauhid, tauhid itu adalah mencakup didalamnya iman, ilmu dan amal.


Allah mengatakan penciptaan langit dan bumi, agar manusia mengetahui tentang ke Maha Kuasaan Allah Ta’ala, bahwa Allah lah pemilik bumi dan langit ini dengan ilmu Allah yang sempurna. Tidak ada satu pun yang terluput dari ilmu dan pengawasan Allah, karena ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ini termasuk dalam Tauhid Rububiyyah.


Tauhid Al ma'rifah wal itsbat

Yaitu Tauhid yang bersifat pengenalan dan penetapan. Dan ketauhidan ini mencakup keimanan kepada rububiyyah Allah, asma, dan sifat-sifat Nya.


pada Surat At-Talaq Ayat 12 diatas dijelaskan bahwa penciptaan itu bertujuan agar manusia memiliki pengetahuan tentang tujuan tauhid. 


Kenapa penting kita mengenal nama dan sifat-sifat Allah karena hampir diseluruh ayat, Allah menyebutkan nama dan sifat-sifat Nya, ini termasuk dalil agar kita mempelajari nama dan sifat-sifat Allah. Sehingga kita makin mengenal Rabb Allah azza wa jallah.


Tauhid Al iradah Wath thalab

Yaitu Tauhid yang bersifat kehendak dan permintaan, Tauhid tanggal terkait dengan ibadah. tujuan agar manusia hanya beribadah kepada Allah.


๐Ÿ”€ Dalil-dalil yang memerintahkan kepada kita untuk mempelajari ilmu tentang Asmaul Husna yang mulia ini, sekaligus mempelajari landasan Tauhid yang agung. Disebutkan oleh Syaikh Abdurrazzaq hafizahullahu ta’ala. Di antaranya firman Allah 


ูَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ


“Ketahuilah bahwa Allah Maha-perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 209)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ


“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 231)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ ุจَุตِูŠุฑٌ


“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 233)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุญَู„ِูŠู…ٌ


“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 235)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุณَู…ِูŠุนٌ ุนَู„ِูŠู…ٌ


“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 244)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَู†ِูŠٌّ ุญَู…ِูŠุฏٌ


“Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267)


ุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุดَุฏِูŠุฏُ ุงู„ْุนِู‚َุงุจِ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ


“Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 98)


ูَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َูˆْู„َุงูƒُู…ْ ู†ِุนْู…َ ุงู„ْู…َูˆْู„َู‰ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ู†َّุตِูŠุฑُ


“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” (QS. Al-Anfal: 40)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَ ุงู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ


“Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 194)


ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ูِูŠ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ูَุงุญْุฐَุฑُูˆู‡ُ


“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 235)


ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ


“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah.” (QS. Muhammad: 19)


Ayat-ayat yang menyebutkan asma dan sifat-sifat Allah mendapatkan kedudukan tinggi dan mulia. 

Dan ayat yang Mulia didalam Alquran yang mana menyebutkan asma dan sifat Allah diantaranya surah yang paling mulia dalam Al-Quran  yaitu surah ummul Qur'an yaitu surah Al-Fatihah. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits :


Surah teragung di dalam Al-Quran adalah surah Al-Fatihah, dan dikenal dengan sebutan ummul kitab. Jika kita perhatikan, surah Al-Fatihah sebagai surah pembuka dalam Al-Quran menyebutkan tentang nama-nama Allah sebagai pengantar untuk memohon kepada Allah. Lihatlah firman Allah tersebut,


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ، ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ، ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ، ู…َุงู„ِูƒِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ


“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan.” (QS. Al-Fatihah: 1-4)


Al fatihah merupakan surat paling mulia dalam Al-Qur’an. Diriwayatkan oleh Tirmizi, no. 2875 dan dishahihkannya. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Ubay bin Ka’b:


ุฃَุชُุญِุจُّ ุฃَู†ْ ุฃُุนَู„ِّู…َูƒَ ุณُูˆุฑَุฉً ู„َู…ْ ูŠَู†ْุฒِู„ْ ูِูŠ ุงู„ุชَّูˆْุฑَุงุฉِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ْุฅِู†ْุฌِูŠู„ِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ุฒَّุจُูˆุฑِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ْูُุฑْู‚َุงู†ِ ู…ِุซْู„ُู‡َุง ؟ ู‚َุงู„َ : ู†َุนَู…ْ ، ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ูƒَูŠْูَ ุชَู‚ْุฑَุฃُ ูِูŠ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ؟ ู‚َุงู„َ : ูَู‚َุฑَุฃَ ุฃُู…َّ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ . ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : (ูˆَุงู„َّุฐِูŠ ู†َูْุณِูŠ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َุชْ ูِูŠ ุงู„ุชَّูˆْุฑَุงุฉِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ْุฅِู†ْุฌِูŠู„ِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ุฒَّุจُูˆุฑِ ูˆَู„َุง ูِูŠ ุงู„ْูُุฑْู‚َุงู†ِ ู…ِุซْู„ُู‡َุง) ุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ


“Apakah engkau suka aku ajarkan kepadamu surat yang belum diturunkan di Taurat, Injil, Zabur tidak juga dalam Al-Furqan sepertinya?" Dia menjawab, “Ya. Wahai Rasulullah." Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Bagaimana anda membaca dalam shalat?" Beliau menjawab, “Membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah).” Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya. Tidak diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur tidak juga dalam Al-Furqan (surat) semisalnya.” (Dishahihkan Al-Albany dalam Shahih Tirmizi).


ุงู„ุฅู†ุฌูŠู„ِ ูˆู„ุง ููŠ ุงู„ุฒَّุจูˆุฑِ ، ูˆู„ุง ููŠ ุงู„ูُุฑู‚ุงู†ِ ู…ِุซู„ُู‡ุง ،ูˆุฅู†َّู‡ุง ู„َู‡ูŠ ุงู„ุณَّุจุนُ ุงู„ู…َุซุงู†ูŠ ูˆุงู„ู‚ُุฑุขู†ُ ุงู„ุนَุธูŠู…ُ


“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan pada Taurat, Injil, Zabur, sesuatu yang sebanding dengan Al-Fatihah.” 


Kemudian Surah Al-Ikhlas sama dengan sepertiga isi Al-Quran. Nabi Muhammad ๏ทบ mengatakan,


ูˆَุงู„َّุฐِูŠ ู†َูْุณِูŠ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ุฅِู†َّู‡َุง ู„َุชَุนْุฏِู„ُ ุซُู„ُุซَ ุงู„ู‚ُุฑْุขู†ِ


“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat itu benar-benar menyamai sepertiga Al-Quran.”


Lihatlah ayat-ayat dalam surah Al-Ikhlas,


ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ، ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุตَّู…َุฏُ، ู„َู…ْ ูŠَู„ِุฏْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُูˆู„َุฏْ، ูˆَู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ู„َู‡ُ ูƒُูُูˆًุง ุฃَุญَุฏٌ


“Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia’.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)


Di awal surah ini, Allah menyebutkan tiga nama-Nya yaitu Allah, Al-Ahad, dan Ash-Shamad. Kemudian pada dua ayat terakhir menceritakan tentang kesempurnaan dari nama-nama Allah yang disebutkan pada awal-awal surah Al-Ikhlas. Surah ini dinamakan dengan surah Al-Ikhlas karena surah ini merupakan surah yang dimurnikan untuk menjelaskan tentang agungnya Allah. Oleh karenanya ini menunjukkan bahwasanya pembahasan tentang nama-nama Allah merupakan pembahasan yang termulia.


Dalil-dalil yang disebutkan Sangat jelas memperlihatkan urgensi asma dan sifat Allah yang mulia ini. Di sisi lain, mengetahui dalil-dalil tersebut juga menunjukkan betapa mulianya ilmu ini dan banyaknya kebaikan yang terkandung di dalamnya. Imu ini juga menjadi pokok keimanan dan salah satu rukun dari rukun Islam.


๐Ÿ—’️Mempelajari asmaul Husna ini dalam rangka mengokohkan tauhid rububiyyah dan asma wa sifat Allah dan dengan nya akan kokoh tauhid uluhiyyah.



๐Ÿ”ด

QnA:

1. Bolehkah Seseorang Diberi Nama Dengan Salah Satu Nama Allah?


Nama-nama yang mengandung sifat yang hanya khusus dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala, seperti: Ar-Rahman, Al-Khaliq, Al-Bari, Al-Qayyam, Al-Ilah, Ar-Razzaq, Ash-Shamad, dll. Nama-nama Allah yang seperti itu hanyalah milik Allah dan tidak boleh digunakan oleh makhluknya.


Dan Nama-nama yang mengandung sifat yang tidak dikhususkan untuk Allah subhanahu wa ta’ala, seperti: Al-Halim, Ar-Rahim, Ar-Ra-uf, Al-‘Aziz, Al-Karim, Al-Hakim, Al-Hakam, Al-‘Aliy, dll. Nama-nama Allah yang seperti itu boleh digunakan oleh makhluknya. Karena Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al-Qur’an menamakan makhluknya dengan nama-nama tersebut, seperti pada ayat-ayat berikut:


ูَุจَุดَّุฑْู†َุงู‡ُ ุจِุบُู„َุงู…ٍ ุญَู„ِูŠู…ٍ


“Kemudian kami berikan kabar gembira kepadanya (yaitu Ibrahim) dengan seorang anak yang (sabar/tenang).” (QS Ash-Shaffat : 101)


Meskipun menggunakan nama-nama diatas diperbolehkan, tetapi tetap disunnahkan untuk menambahkan nama penghambaan di depannya, yaitu dengan menggunakan kata ‘Abd (ุนุจุฏ) untuk laki-laki, seperti: ‘Abdul-Halim, ‘Abdul-Hakim, dll. (Sebagian ulama mengharamkan menggunakan nama-nama Allah untuk nama seseorang secara mutlak, walaupun nama-nama tersebut termasuk jenis yang kedua. Pendapat ini lemah, tetapi sebaiknya kita tetap berhati-hati untuk tidak menggunakannya untuk menghormati nama-nama Allah, sebagaimana Rasulullah pernah mengganti orang yang berkun-yah Abul-Hakam dengan Abu Syuraih).


Diperbolehkan berdoa dengan nama dan sifat-sifat Allah seperti doa 


ูŠَุง ุญَูŠُّ ูŠَุง ู‚َูŠُّูˆْู…ُ ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ุฃَุณْุชَุบِูŠْุซُ، ุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠْ ุดَุฃْู†ِูŠْ ูƒُู„َّู‡ُ، ูˆَู„ุงَ ุชَูƒِู„ْู†ِูŠْ ุฅِู„َู‰ ู†َูْุณِูŠْ ุทَุฑْูَุฉَ ุนَูŠْู†ٍ


Yaa hayyu yaa qoyyuum, birohmatika astaghiits, ashlih lii sya'nii kullah, wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ain.


Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Kau serahkan kepadaku meskipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).


HR. An-Nasa'i


2. ๐Ÿ—’️Orang yang menuntut ilmu dengan khusyuk, mencatat, mendengarkan, mengambil faedah tentu berbeda dengan orang yang hanya menggugurkan kewajiban menuntut ilmu yang ia sambil tidur-tiduran, sambil scroll yang lain. 


Al-Jaza’u min jinsil ‘amal 


Ketahuilah balasan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia adalah sesuai dengan jenis perbuatan mereka.


3. ๐Ÿ—’️Adab berdoa, Memuji Allah subhanahu wa ta’ala sebelum berdoa dan Bershalawat sebelum berdoa

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya,


ุณَู…ِุนَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฑَุฌُู„ًุง ูŠَุฏْุนُูˆ ูِูŠ ุตَู„َุงุชِู‡ِ ู„َู…ْ ูŠُู…َุฌِّุฏِ ุงู„ู„َّู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰، ูˆَู„َู…ْ ูŠُุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุนَุฌِู„َ ู‡َุฐَุง»، ุซُู…َّ ุฏَุนَุงู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ: – ุฃَูˆْ ู„ِุบَูŠْุฑِู‡ِ – «ุฅِุฐَุง ุตَู„َّู‰ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ، ูَู„ْูŠَุจْุฏَุฃْ ุจِุชَู…ْุฌِูŠุฏِ ุฑَุจِّู‡ِ ุฌَู„َّ ูˆَุนَุฒَّ، ูˆَุงู„ุซَّู†َุงุกِ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ุซُู…َّ ูŠُุตَู„ِّูŠ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ุซُู…َّ ูŠَุฏْุนُูˆ ุจَุนْุฏُ ุจِู…َุง ุดَุงุกَ»


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak mengagungkan Allah Ta’ala dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang ini terburu-buru.” Kemudian Beliau memanggilnya dan bersabda kepadanya atau kepada yang lain, “Apabila salah seorang di antara kamu shalat, maka hendaklah ia memulai dengan mengagungkan Tuhannya ‘Azza wa Jalla dan memuji-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berdoa dengan apa yang dia inginkan.”


-Nawawi berkata tentang ini:

ุฃุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุกُ ุนู„ู‰ ุงุณุชุญุจุงุจ ุงุจุชุฏุงุก ุงู„ุฏุนุงุก ุจุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุงู„ุซู†ุงุก ุนู„ูŠู‡، ุซู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆูƒุฐู„ูƒ ุชุฎุชู… ุงู„ุฏุนุงุก ุจู‡ู…ุง

“Para ulama sepakat akan mustahabnya memulai doa dengan memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan menyanjung-Nya kemudian bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga menutup doa dengan keduanya.”


Kemudian Berdoa dengan nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala yang indah

Allah berfirman:


ูˆَู„ِู„َّู‡ِ ุงู„ْุฃَุณْู…َุงุกُ ุงู„ْุญُุณْู†َู‰ٰ ูَุงุฏْุนُูˆู‡ُ ุจِู‡َุง ۖ ูˆَุฐَุฑُูˆุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠُู„ْุญِุฏُูˆู†َ ูِูŠ ุฃَุณْู…َุงุฆِู‡ِ ۚ ุณَูŠُุฌْุฒَูˆْู†َ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ


“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” QS. Al-A’raf: 180


๐Ÿ“ Ummu Aleya ุญูุธู‡ุง ุงู„ู„ู‡

Komentar